Tampilkan postingan dengan label tokoh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tokoh. Tampilkan semua postingan

9 Jan 2012

Joe DiNapoli

Ask Misstrader News - Joe DiNapoli, seorang trader professional yang yang telah berkecimpung di dunia trading selama lebih dari 40 tahun. Latarbelakang pendidikannya adalah jurusan teknik elektro. Meskipun bukan dari bidang ekonomi, dirinya memiliki minat yang cukup besar terhadap dunia trading. Karir trading Joe dimulai pada tahun 1967 setelah menyelesaikan pendidikan perguruan tingginya. Ketika itu ia serius menggeluti dunia trading pada perdagangan saham dan option. Baru pada tahun 1980 Joe terlibat dalam perdagangan kontrak komoditi karena strategi tradingnya mampu menghasilkan profit yang lebih besar dibandingkan saat ia bertransaksi produk lain.

Selain dipandang sebagai pembicara kawakan, Joe juga dikenal sebagai pengarang buku mengenai trading. Karyanya yang paling laris adalah “DiNapoli Levels”, terbitan tahun 1997. Buku ini menjadi panduan wajib bagi pada trader yang ingin mempelajari teknik trading dengan menggunakan indicator Fibonacci. Sepanjang labih dari 25 tahun, Joe telah menjadi pembicara dan pengajar dari 23 negara, seperti Amerika Serikat, Eropa, Asia, Rusia, Timur Tengah & Afrika Selatan. Selama beberapa hari dalam setiap tahun ia juga menyempatkan mengadakan ‘private tutoring’ kepada bebrapa orang di ruang tradingnya. Kiprah Joe di bidang studi teknikal tidak bisa diragukan karena ia terdaftar sebagai Certified Technical Analyst.

Di kalangan pelaku pasar, Joe dikenal sebagai sosok trader sukses karena mampu membaca arah pasar secara akurat dengan memakai indicator ciptaannya sendiri. Indicator buatannya adalah pengembangan dari indicator yang sudah ada. Teknikal DiNapoli Levels sendiri merupakan sebuah pengembangan dari Fibonacci, yang mampu memberi petunjuk mengenai level support dan resisten utama. Lebih lanjut, ia juga mengembangkan MACD dan Oscilator Predictor guna membaca volatilitas pasar dan tren. Dalam hal ini, Joe menggunakan MACD Predictor sebagai penentu level stop loss.

Perkenalan Joe DiNapoli dengan teori Fibonacci dimulai pada tahun 1985. Ketika itu, ia merasa bahwa mempelajari Fibonacci adalah suatu hal yang sia-sia, bahkan Joe berpikir bahwa indicator ini sangat tidak berguna. Tetapi kemudian ia memahami bahwa anggapan itu ternyata salah besar setelah seorang kawan membuka matanya. Dari Fibonacci, Joe justru berhasil mengembangkan indicator pribadinya. DiNapoli Levels yang sangat aman membantu dalam aktivitas trading. Sepanjang perjalanan karir puluhan tahun, Joe menemukan bahwa kunci dari kesuksesan seorang trader adalah dengan mengikuti rencana trading tertulis secara disiplin, kemampuan money management yang bagus dan tidak terlalu banyak berpikir. Rencana trading adalah langkah-langkah berurutan yang terorganisir untuk mencapai tujuan. Walaupun nantinya setelah mengikuti rencana trading tersebut, trader mengalami kerugian. Namun menurut Joe, kehilangan uang adalah bagian seni ber-trading. Bila seseorang mampu mengikuti rencana tradingnya, maka ia layal disebut sebagai trader yang bagus. Seperti yang selalu ia katakana, ketika anda tidak mematuhi rencana awal, berapa pun jumlah dana yang anda kelola, maka anda tetap tidak akan mampu mempertahankan uang tersebut.

Kemampuan money management yang bagus sangat berpengaruh pada keberhasilan seorang trader. Kemampuan ini merupakan aspek terpenting dari aktivitas trading. Joe sempat berbagi cerita tentang pengalaman salah satu muridnya. Seorang murid Joe dikenal sangat pintar dan mampu menyerap semua ilmu DiNapoli dengan cepat. Setelah masa pelatihan usai, sang murid mampu melakukan trading dengan baik dan menghasilakan pendapatan yang besar. Namun pada suatu saat, murid ini sudah merasa mampu membaca pasar dengan baik sehingga ia mulai memperbesar lot-nya. Padahal jumlah margin yang ia miliki tidak cukup aman untuk melakukan trade sebesar itu. Akhirnya, murid Joe tersebut kehilangan semua uang karena pasar ternyata berlawanan dengan posisinya.

Begitu banyak hal menarik bisa diambil dari pengalaman Joe DiNapoli. Ia mempunyai semboyan yang selalu ia tempelkan pad dinding ruang tradingnya yang berbunyi “We’re all just 1 trade away from humility”. Dalam dunia trading, satu kesalahan saja seperti tidak disiplin dalam mematuhi rencana trading dan money management, maka seseorang bisa kehilangan seluruh uangnya hanya dalam 1 posisi trading.

13 Des 2011

Kiprah Bruce Kovner

Bruce Kovner, merupakan salah satu tokoh paling berpengaruh di Wall Street. Beliau adalah pendiri & ketua Caxton Associates, salah satu hedge fund terbesar di dunia, diperkirakan kekayaan pribadi Kovner mencapai $4,5 miliar!

Bruce Kovner mungkin saja kurang dikenal kalangan non profesional, mengingat kepribadiannya yang tertutup & minim publikasi. Jika dilihat dari nilai aset, beliau termasuk miliader jajaran atas di industri keuangan. Bahkan beliau memiliki sebuah apartemen di Fifth Avenue New York City yang dirancang khusus sesuai permintaanya  yaitu ruangan tersebut dilapisi timah yang tahan terhadap berbagai serangan. Meski begitu, pria ini dikenal dengan kedermawanannya, beliau adalah pendiri School Choice Scholarship Foundation yang merupakan yayasan penyedia beasiswa bagi pelajar kurang mampu di New York City. Selain itu beliau juga salah satu penyandang dana utama pusat penyelenggaraan proyek-proyek seni Amerika Serikat, Lincoln Center.
Bruce Kovner lahir di Brooklyn, New York, beliau menempuh studi di Hervard College tahun 1962. Di Hervard beliau menjadi salah satu murid berprestasi. Lalu Kovner melanjutkan studi di John F. Kennedy School of Government, disitu beliau belajar ekonomi politik dibawah bimbingan Edward C. Banfield seorang sarjana konservatif terkemuka. Namun karena tulisannya yang melampaui batas pemilihan materi subyek, beliau gagal meraih gelar Ph.D.

Kovner pernah berkecimpung dalam berbagai profesi, dari anggota tim kampaye politik sampai menjadi sopir taxi, hingga akhirnya ia masuk ke pasar keuangan Amerika. Hingga akhirnya ia pun menikah dan mulai kesulitan dalam tekanan biaya hidup. Lalu bermodalkan dana yang ia pinjam dari kartu kredit yaitu sebesar $3000, Kovner memberanikan diri untuk untuk melakukan transaksi pada kontrak berjangka kedelai. Dana yang di investasikan sempat melonjak hingga $45.000 sebelum kemudian berbalik menjadi $22.000 dalam waktu sangat singkat. Hal itu membuat ia sangat senang sekaligus tercengang . Momen itu menyadarkannya akan betapa penting manajemen risiko dalam dunia trading.

Kehandaran Kovner sebagai trader pemula menghantarkannya bergabung dengan perusahaan Commodities Corporation yang sekarang menjadi bagian dari Goldman sasch. Berkat bimbingan Michael Marcus seorang trader legendaris, kemampuan Kovner semakin terasah, Berkat keberhasilnya meraup jutaan dollar selama di Commodities Corp, Kovner semakin dikenal sebagai trader yang obyektif dan tenang.

Lalu pada tahun 1983 Kovner keluar dari Commodities Corp lalu mendirikan Caxton Associates. Perusahaan ini memfokuskan pada perdagangan komoditas & mata uang dengan mengandalkan analisa fundamental, tehnikal dan grafik. Kovner berpendapat jika seorang trader harus memakai kecerdasan sendiri untuk dapat menyimpulkan. Selain itu analisa fundamental digunakan untuk mencari tahu perkembangan ekonomi yang berpotensi menggerakan harga. Berkat kemampuan Kovner, Caxton Associates saat ini dilaporkan mengelola dana hampir senilai $14 miliar & tidak pernah lagi menerima investor baru sejak 1992.

Meski begitu, Kovner juga pernah mengalami peruntungan kurang bagus di market. Pada tahun1987 ketika crash di pasar saham memaksa Kovner untuk cut loss pada semua posisi. Kovner menyarankan agar traders jangan pernah terjebak dalam situasi yang berpotensi merugikan, terutama saat pergerakan market sulit dimengerti.

Dua karakter penting yang membantu Kovner dalam membesarkan Caxton yaitu :
  • Kemampuannya dalam membayangkan konfigurasi dunia yang berbeda di masa depan serta menyakini bahwa proyeksi itu akan terjadi
  • Berusaha untuk tetap rasional & disiplin meski berada di bawak tekanan

Bruce Kovner berpesan untuk para trader muda, bahwa manajemen resiko adalah hal terpenting yang harus dipahami dengan baik, selain itu investor pemula jangan terburu-buru mengambil posisi dalam jumlah besar meskipun dalam jalur yang benar.

11 Des 2011

Tokoh-Tokoh Trader Wanita

Sejak jaman dahulu wanita identik dengan dijajah pria, atau bisa dikatakan kalau wanita sering dianggap sebelah mata terutama di pekerjaan. Begitu pula dalam dunia trading, dimana para pria masih mendominasi profesi trader dibandingkan trader wanita. Baik pria dan wanita, masih belum banyak yang mengenal atau mengetahui adanya eksistensi seorang trader wanita professional yang sukses menjalaninya menjadi sebuah karir / pekerjaan.
Kebanyakan para trader wanita percaya bahwa dalam dunia trading menjadi tempat dimana mereka lebih “dinilai” berdasarkan performance mereka, dibandingkan dengan perbedaan gender semata yang umumnya mengesampingkan peran wanita di dalamnya.

Hal tersebut sungguh nyata dan terbukti, jika kita melihat kembali kepada seorang trader wanita muda asal Indonesia bernama Esti Andriyani yang berhasil menjadi juara pertama pada event demo trading contest 2010 dari salah satu future di Indonesia. Sosok beliau sungguh membuka mata saya yang tertuju pada kehebatan trader wanita saat ini. Trader wanita tidak dapat dipandang sebelah mata dan bukan hanya di Indonesia pastinya. 
Berikut kami uraikan beberapa tokoh trader wanita :

Muriel Siebert, dikenal sebagai “The First Woman of Finance”. Menjadi wanita pertama yang memiliki kedudukan di New York Stock Exchange. Dia berjuang untuk mendapatkan kursi tersebut dan bergabung dengan 1365 anggota pria. Siebert telah memiliki sikap yang vokal bagi wanita di bidang keuangan dan industri trading sepanjang kariernya. Pemilik Broker Muriel Siebert & Company juga mengatakan; “sekarang trader wanita diperlakukan dengan hormat“.

Lisa M. Utasi pernah berkata ”Kita perlu menghilangkan mitos bahwa perempuan tidak bisa masuk ke bidang ini”. Lisa sudah trading selama 20 tahun dan saat ini dia adalah seorang trader di Legg Mason unit ClearBridge Advisors. “Kami melakukannya dan ada banyak wanita yang sukses, kita harus memastikan bahwa pesan ini  terbuka untuk semua wanita.”

Karen L. Finerman, memiliki dan menjalankan Metropolitan Modal, hedge fund pribadinya. Karen memulainya sebagai seorang trader karena ia menyukai tantangan. Dia berpendapat bahwa, pekerjaan tersebut baik bagi siapapun (wanita/pria) yang berusaha untuk menyeimbangkan pekerjaan dan keluarga. ”Jam untuk trading cukup pas dan tidak menyita waktu “, tegasnya.

Smita Sadana, seorang professional trader dan pemilik TraderVantage telah berhasil mencapai 43% keuntungan gabungan per tahun selama 11 tahun terakhir. Selama periode yang sama, indeks S&P500 hampir tidak berubah. Menjadi salah satu kandidat trader wanita terbaik di Wallstreet,  Smita berharap bahwa suatu saat “trader wanita yang sukses di Wall Street sama jumlahnya dengan para trader pria”.

Yups ini bisa menjadi acuan bagi para calon investor khususnya wanita, jangan pernah takut untuk terjun di dunia trading, yang terpenting pelajari dulu benar-benar kekuatan anda sebagai investor nantinya.. so happy trading :)


sumber : Google.com

Research and Education

 
Design by Askmisstrader